Gerindra Kaltim Sambut Madri Pani, Isyaratkan Peta Baru Politik Berau
SAMARINDA — Rakerda Partai Gerindra Kalimantan Timur yang digelar di Samarinda pada Minggu (23/11) menjadi panggung bergabungnya Madri Pani, salah satu figur politik berpengaruh dari Berau, ke partai berlambang garuda itu.
Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji, menyebut kehadiran Madri sebagai “angin segar” yang berpotensi mengubah komposisi kekuatan politik di Berau. Ia menilai perolehan suara Madri yang mencapai 5.114 pada pemilu legislatif sebelumnya menunjukkan basis massa yang tidak bisa diremehkan.
Menurut Seno, keputusan Madri untuk berlabuh di Gerindra adalah langkah yang tepat. Ia menyebut adanya figur senior seperti mantan Bupati Berau dua periode, Makmur HAPK, sebagai salah satu alasan lingkungan politik Gerindra cocok bagi Madri untuk berkembang.
Seno menyampaikan, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi Madri dan berharap tokoh tersebut dapat bertumbuh dalam “kapal baru” yang kini ia pilih.
Di sisi lain, Madri Pani menjelaskan alasannya meninggalkan NasDem. Ia menyebut ingin memperdalam ilmu politik dan telah meminta izin kepada para petinggi partai lamanya. Ia menegaskan bahwa hengkangnya ia dari NasDem tidak dipicu konflik internal.
Madri mengatakan bahwa ia masuk dan keluar dari partai sebelumnya dengan cara baik-baik, dan sampai saat ini komunikasi dengan koleganya di NasDem masih terjaga.
Dalam acara tersebut, Madri hadir mengenakan kemeja putih berlogo garuda. Ia duduk berdampingan dengan Ketua DPC Gerindra Berau, Jakariya, yang menilai Madri sebagai figur rendah hati dan mudah bergaul, karakter yang diyakini akan memperkuat posisi Gerindra pada pemilu mendatang.
Saat ini Gerindra Berau memiliki empat kursi legislatif. Namun Jakariya optimistis target enam kursi bukan sesuatu yang berlebihan, terlebih dengan bergabungnya Madri yang disebut punya basis dukungan kuat.
Ia menilai pengalaman Madri dalam kontestasi Pilkada dapat mendongkrak elektabilitas partai.
Ketika ditanya soal kemungkinan Gerindra mengusung Madri dalam Pilkada 2029, Jakariya memilih berhati-hati. Ia menegaskan bahwa pencalonan kepala daerah akan mengikuti mekanisme partai yang berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga ditetapkan oleh pusat.
“Semua kader punya peluang,” ujarnya, menutup pernyataan. (ndp)








