Kado Manis di Penghujung Tahun 2024 untuk Kampung Bukit Makmur Jaya
Berpuluh-puluh tahun lamanya, masyarakat Kampung Bukit Makmur Jaya (BMJ) hidup dalam kegelapan. Namun, bak mendapat kado manis di akhir tahun, seberkas cahaya terang akhirnya menyinari kampung yang pernah terkenal sebagai penghasil lada terbesar di Bumi Batiwakkal,
BIATAN- Kampung Bukit Makmur Jaya (BMJ), yang terletak di Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, akhirnya merasakan kemajuan signifikan setelah lebih dari dua dekade penantian. Keberadaan aliran listrik yang mulai masuk ke pemukiman warga membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Selama bertahun-tahun, warga BMJ yang merupakan bekas pemukiman transmigrasi ini mengandalkan penerangan dari lampu minyak dan senter di malam hari. Namun kini, sebagai buah kesabaran dan akhir penantian, Pemerintah Pusat akhirnya memberi jalan agar suplai listrik dapat masuk dan menerangi hingga ke sudut-sudut Kampung BMJ.
Perasaan gembira bercampur haru menyelimuti warga BMJ sejak seminggu yang lalu, tepatnya saat listrik mulai menyala dari masing-masing rumah warga. Bahkan, beberapa warga sengaja menggelar syukuran atas masuknya PLN ke kampung mereka.
Meski demikian, proses pemasangan listrik belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah kampung. Kendala teknis dan keterbatasan jumlah teknisi menjadi tantangan utama dalam upaya penyediaan listrik bagi seluruh warga. Setiap harinya, hanya 30 Kepala Keluarga (KK) yang dapat dipasangi instalasi listrik. Selain itu, beberapa warga juga menghadapi kesulitan finansial, yang membuat mereka kesulitan untuk membayar biaya pemasangan listrik. Namun, meski ada berbagai kendala, kehadiran listrik di BMJ tetap memberikan harapan baru bagi masyarakat yang telah lama menanti.
Kepala Kampung BMJ, Supiadinnur membeberkan ada 232 Kepala Keluarga (KK) yang punya harapan besar dapat menyambung aliran listrik demi meningkatnya kualitas hidup mereka. Namun, pemasangan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi keuangan warga. Pasalnya, pendanaan untuk pemasangan listrik, menggunakan biaya pribadi warga tanpa adanya subsidi dari pemerintah daerah maupun pemerintah kampung.
“Pemasangan tiang sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu, tapi memang masuknya aliran listrik baru seminggu yang lalu. Jadi ini termasuk penantian panjang dari masyarakat Kampung BMJ ya. Sekitar 25 tahun lebih bergelap-gelapan, akhirnya sudah mulai bisa terang,” ujar Supiadinnur.
Sebelumnya, masyarakat Kampung BMJ hanya bisa mengandalkan lampu minyak untuk memperoleh penerangan di malam hari. Ada juga yang mengandalkan tenaga solar cell, nsmun tidsk banyak. Hanya bagi warga yang cukup mampu secara finansial.
Masuknya listrik ke Kampung BMJ, menjadi berkah yang sangat disyukuri oleh masyarakat setempat. Hingga akhirnya Kakam BMJ pun mewakili para warganya untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mewujudkan impian para warganya yang sudah tersimpan lama.
“Terima kasih karena telah mewujudkan mimpi besar kami, agar Kampung BMJ bisa terang benderang. Walaupun belum semuanya, tapi saya pun berharap ke depan penerangan ini bisa dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali,” ucapnya.
Selain listrik, harapan masyarakat BMJ juga tertuju pada peningkatan infrastruktur lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua RT 05, Supyanto, yang menyebut kondisi jalan poros menuju Kampung BMJ kini rusak parah dan sangat sulit dilalui. Menurutnya, perbaikan jalan poros sangat penting untuk meningkatkan mobilitas warga dan akses menuju kampung. Selain itu, warga juga menginginkan perbaikan akses air bersih dan peningkatan sinyal internet yang lebih baik, sebagai langkah untuk mempercepat kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Mudah-mudahan pemerintah bisa segera memperbaiki infrastruktur lainnya, seperti jalan yang rusak, serta meningkatkan akses air bersih dan sinyal internet. Kami berharap, dengan adanya perubahan ini, kehidupan kami semakin mudah dan berkembang,” tambah Supyanto.
Dengan adanya aliran listrik dan harapan terhadap perbaikan infrastruktur lainnya, masyarakat BMJ kini menantikan perubahan lebih lanjut. Mereka berharap fasilitas-fasilitas dasar lainnya akan segera menyusul, membawa kemajuan bagi kehidupan mereka yang lebih baik. (ndp)








